Orang Yang Berhijrah
Senin, 21 Desember 2009
أَنَّ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْهِجْرَةِ فَقَالَ وَيْحَكَ إِنَّ شَأْنَهَا شَدِيدٌ فَهَلْ لَكَ مِنْ إِبِلٍ تُؤَدِّي صَدَقَتَهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَاعْمَلْ مِنْ وَرَاءِ الْبِحَارِ فَإِنَّ اللَّهَ لَنْ يَتِرَكَ مِنْ عَمَلِكَ شَيْأً
(صحيح البخاري)
“Seorang dusun bertanya pada Rasulullah saw mengenai Hijrah, maka beliau saw bersabda : duh.. engkau ini, itu masalah besar, apakah engkau mempunyai onta yg kau keluarkan sedekahnya?, ia berkata : Ya, maka Rasul saw bersabda : Maka beramallah dari belakang lautan, sungguh Allah tak sedikitpun menyia nyiakan amalmu” (Shahih Bukhari)
أَنَّ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْهِجْرَةِ فَقَالَ وَيْحَكَ إِنَّ شَأْنَهَا شَدِيْدٌ فَهَلْ لَكَ مِنْ إِبِلٍ تُؤَدِّيْ صَدَقَتَهَا قَالَ نَعَمْ قاَلَ فَاعْمَلْ مِنْ وَرَاءِ اْلبِحَارِ فَإِنَّ اللهَ لَنْ يَتِرَكَ مِنْ عَمَلِكَ شَيْئًا .
( صحيح البخاري ) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ الحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ .
Limpahan Puji ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala Maha Raja langit dan bumi , Yang Maha melimpahkan anugerah kepada hambaNya , Yang senantiasa menunggu doa dan munajat , rahasia keluhuran doa munajatlah yang membuat Allah mempertahankan usia alam semesta , rahasia kemuliaan doa dari jiwa seorang muslim yang membuat alam semesta ini tetap bertahan dengan kehendak Ilahi , karena masih ada jiwa yang berdoa dan berzikir dari ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Hadirin hadirat , diriwayatkan di dalam Shahih Muslim :
لاَتَقُوْمُ السَّاعَةُ عَلَى رَجُلٍ يَقُوْلُ ” الله الله “
” tiada akan datang hari kiamat menimpa seseorang yang menyebut ” ALLAH , ALLAH ” Maka kiamat tidak akan datang selama masih ada di muka bumi yang menyebut nama Allah , memanggil nama Allah , berzikir kepada Allah . Doa dan zikir mereka itu menahan kehancuran alam semesta beserta isinya , demikianlah lemahnya bibir bergetar menyebut nama Allah , demikian tersembunyinya dan tidak berartinya jiwa-jiwa yang mengingat Allah , itu secara zhahirnya . Namun secara bathin justru lidah , bibir dan jiwa seperti itulah yang menahan kehancuran alam semesta , karena telah disabdakan oleh sang Nabi :
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى أَنْ لاَ يُقَالَ فِي اْلأَرْضِ ” الله الله ” , وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ عَلَى رَجُلٍ يَقُوْلُ ” الله الله
“ Tiada akan datang hari kiamat selama masih ada di muka bumi yang memanggil nama ALLAH, ALLAH dan kiamat tidak akan datang menimpa orang yang menyebut nama ALLAH , ALLAH . ( Shahih Muslim )
Kiamat tidak akan terjadi , bahkan terhindar sejauh-jauhnya dengan kewibawaan rahasia nama Allah Yang Maha Luhur , Yang Maha Abadi Yang Maha Kuat dan menguasai seluruh kekuatan alam semesta , Yang menebar pengasuhan sempurna terhadap seluruh alam dan semua planet yang ada . Hadirin hadirat , kalau para Ilmuwan saat ini menemukan bahwa jarak awal langit yang bisa diketahui itu , yang terjauh adalah sembilan juta tahun cahaya , itu yang bisa diketahui oleh manusia . Sembilan juta kecepatan cahaya , satu kecepatan cahaya itu sama dengan 300.000 km/detik . Maka satu kecepatan cahaya itu = 300.000 km/detik dan dikalikan 60 supaya menjadi satu menit , dikalikan 60 supaya menjadi satu jam, dikalikan 24 supaya menjadi satu hari dan dikalikan 9 juta tahun cahaya , maka bagaimana jauh dan luasnya kerajaan alam dicipta oleh Yang Maha memiliki keluasan .
Dan dijanjikan akan datangnya kehancuran , dimana seluruh planet di alam semesta ini akan saling hantam satu sama lain , tetapi hal itu ini akan tertunda dan tertahan selama ada jiwa yang memanggil namaNya , alangkah tidak berartinya alam beserta isinya di bandingkan dengan satu sebutan nama Allah . Hadirin hadirat , Allah subahanahu wata’ala berfirman :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
( البقرة : 186 )
” Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu ( Muhammad ) tentang Aku , maka sesungguhnya Aku dekat , Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu . ( QS. Al Baqarah : 186 )
Allah Maha dekat , lebih dekat dari semua yang dekat kepada hamba , bukan dekat dengan sentuhan , dan tidak terbatas dengan waktu , jarak , dan tempat , dekatnya Allah lebih dekat dari semua yang ada di hati kita . Kalau di hati kita melintas ada mobil yang berwarna merah ( misalnya ), hal itu berarti lebih dekat dari mobilnya , meskipun mobil itu tidak ada bersama kita tapi ada di dalam hati kita .
Kalau saya melihat tiang di hadapan saya itu dekat bagi saya , tetapi jauh jika dibanding dengan mereka yang lebih dekat duduknya dengan tiang itu , tapi kalau saya ingat dengan tiang itu dan tiang itu ada di dalam hati saya , maka tiang itu lebih dekat dari semua yang bersama saya . Orang-orang yang mencintai sesuatu atau mencintai makhluk , maka semua yang dicintainya itu berada di hatinya , lebih dekat kepada dirinya dari berupa sentuhan , padahal tidak ada percakapan, tidak ada gerakan atau yang lainnya tetapi ada di hati maka hal itu lebih dekat dibanding dengan yang bersama kita .
Dan dari semua yang dekat di hati itu , maka Allah lebih dekat kepadanya dari semua yang diingat di dalam hati kita , dan ketika kita sampai menembus gerbang luhur itu maka muncullah cahaya yang akan menerangi kita dan menerangi semua yang ada di hati kita , berpijarlah cahaya sifat yang indah dan padamlah sifat-sifat yang hina , itulah cahaya Rabbul ‘Alamin . Allah selalu menjawab seruan doa-doa hambaNya , inilah janji dari Allah subhanahu wata’ala bahwa orang yang berdoa kepada Allah akan di jawab , dijawab dengan anugerah yang di minta , dilebihkan lagi dengan tambahan pahala , dilebihkan lagi dengan tambahan keridhaan Allah dan penghapusan dosa , sebagaimana firmanNya di dalam hadits qudsy :
يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كاَنَ مِنْكَ فَلاَ أُبَالِي
” Wahai keturunan Adam , jika engkau berdoa dan berharap kepadaKu niscaya Kuampuni dosa-dosa kalian tanpa Kupertanyakan lagi “. (more…)